I.
Pendahuluan
Penggunaan Handphone saat ini bisa
dikatakan sebagai kebutuhan utama, karena keberadaannya sangat mempermudah
komunikasi. Namun tidak banyak yang tahu Sejarah asal usul HandPhone hingga
saat ini.
Penemu sistem telepon genggam yang
pertama adalah Martin Cooper,
seorang karyawan Motorola pada
tanggal 03 April 1973, walaupun
banyak disebut-sebut penemu telepon genggam adalah sebuah tim dari salah satu
divisi Motorola (divisi tempat Cooper bekerja) dengan model pertama adalah DynaTAC.
Perangkat
telekomunikasi yang memiliki kecanggihan yang sama dengan telepon konvensional
saluran tetap, tetapi dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan kita
tidak perlu susah-susah meyambungkannya dengan jaringan telepon menggunakan
kabel (nirkabel; wireless). Saat ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon
nirkabel yaitu sistem GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan
sistem CDMA (Code Division Multiple Access). Badan yang mengatur telekomunikasi
seluler Indonesia adalah Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI).
II. Analisa
- Generasi awal
Awal penemuan telepon seluler
dimulai 95 tahun yang lalu pada saat Departemen Kepolisian Detroit Michigan
mencoba menggunakan telepon mobil satu arah.
Pada tahun 1940, Galvin Manufactory
Corporation portable Handie-talkie SCR536. Masa ini merupakan generasi 0
telepon seluler atau 0-G, dimana telepon seluler mulai diperkenalkan.
Setelah mengeluarkan SCR536, kemudian
pada 73 tahun yang lalu Galvin Manufactory Corporation mengeluarkan kembali
partable FM radio dua arah pertama yang diberi nama SCR300 dengan model
backpack untuk tentara U.S. Alat ini memiliki berat kurang lebih 16 kilogram
dan dapat bekerja secara efektif dalam jarak operasi kurang lebih 17 sampai 32
meter.
- Generasi 1
43 tahun yang lalu, Martin Cooper dari
Motorola Corp menemukan telepon seluler pertama dan diperkenalkan kepada public
pada 3 April 1973. Telepon seluler yang ditemukan oleh Cooper memiliki berat 30
ons atau sekitar 800 gram. Penemuan inilah yang telah mengubah dunia selamanya.
Karena bersifat analog, maka sistem yang digunakan masih bersifat regional.
Salah satu kekurangan generasi 1-G adalah karena ukurannya yang terlalu besar
untuk dipegang oleh tangan.
- Generasi 2
Generasi kedua atau 2-G muncul pada
sekitar tahun 1990-an. 2G di Amerika sudah menggunakan teknologi CDMA,
sedangkan di Eropa menggunakan teknologi GSM. GSM menggunakan frekuensi standar
900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz. GSM memiliki kapasitas pelanggan yang lebih
besar. Penggunaan sinyal digital memperlengkapi telepon genggam dengan pesan
suara, panggilan tunggu, dan SMS.
- Generasi 3
3G memberikan pengguna mereka
jangkauan yang lebih luas, termasuk internet sebaik video call ataupun free
call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia
telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA,
dan CDMA 2000. Kelemahan dari generasi 3G ini adalah kurangnya cakupan jaringan
karena masih barunya teknologi ini.
- Generasi 4
Generasi ini disebut juga Fourth
Generation (4G). 4G merupakan sistem ponsel yang baru dikeluarkan menawarkan
pendekatan baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi nirkabel
yang telah ada. Sistem 4G berdasarkan heterogenitas jaringan IP yang
memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam sistem kapan saja. 4G juga memberikan
penggunanya kualitas baik.
III. Referensi