Bob Sadino (Lampung, 9 Maret
1933) atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang
berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan
usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat
menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir
dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima
bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun
mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain
sudah dianggap hidup mapan.
Bob kemudian menghabiskan
sebagian hartanya untuk keliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di
Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Jakarta
Lloyd di kota Amsterdam dan juga di Hambung, Jerman. Ketika tinggal di Belanda
itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1997, Bob dan keluarga
kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, salah satunya ia
jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang
lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal di Indonesia, Bob memutuskn
untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara
mandiri.
Pekerjaan pertama yang dilakukan
setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki,
ia sendiri yang menjadi supirnya. Namun, selang beberapa hari kemudian ia
kecelakaan yang mengakibatkan mobilya rusak parah. Karena tak punya uang untuk
memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tkang batu. Gajinya pada saat itu
hanya Rp.100,- ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang
dialaminya.
Suatu hari, temannya menyarankan
Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Ketika beternak ayam
itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam
ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu
manusia pun juga bisa.
Sebagai perternak ayam, Bob dan
istrinya setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah
tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing. Bob dan
istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta. Di mana terdapat banyak menetap
orang asing. Tidak jarang pasangan tersebut dimaki oleh pelanggan. Namun,
mereka bersandar diri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastic pun terjadi di
buatnya. Bisnis pasar swalayan berkembang pesat, mengelola kebun-kebun sayur mayor
untuk konsumsi orang asing di Indonesia.
Bob percaya bahwa setiap langkah
sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak
semulus yang dikira, baginya uang bukanlah yang nomor satu. Yang penting
kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang. Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang
berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri
seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah dilakukan. Kelemahan banyak
orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga tak segera
melangkah. “yang paling penting adalah tindakan” kata Bob.
Keberhasilan Bob tidak terlepas
dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh
bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda
dengan kemalaziman, yang menstinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu
membuahkan hasil yang memuaskan.
Bob menempatkan perusahaannya
seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling
menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.
Anak Guru
Kembali ke tanah air tahun
1967, setelah bertahun-tahun di Eropa dengan pekerjaan terakhir sebagai
karyawan Djakarta Lloyd di Amsterdam dan Hamburg, Bob anak bungsu dari lima
bersaudara. Ayahnya, Sadino meninggal pria Solo yang jadi guru kepala di SMP
dan SMA Tanjungkarang, meninggal dunia saat Bob berusia 19.
Modal yang ia bawa ke Eropa, dia
sedan Mercedes. Suatu kali mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang
kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya. Kehilangan sumber
penghasilan, Bob lantas bekerja jadi kuli bangunan. Padahal. Kalau ia dan
istrinya mau, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar Negeri, bisa
menyelamatkan keadaan. Untuk menenangkan pikiran, ia menerima 50 ekor ayam ras
dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Ia berhasil pemilik tunggal Kem Chicks
dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik
pengolahan daging di Pulogadung.
Profil dan Biodata Bob Sadino
Nama : Bob Sadino
Lahir : Tanjungkarang, lampung, 9 Maret 1933
Agama : Islam
Pendidikan :
·
SD, Yogyakarta (1947)
·
SMP, Jakarta (1950)
·
SMA, Jakarta (1953)
Karir :
·
Karyawan Unilever (1954-1955)
·
Karyawan Djakarta Lloyd, Amsterdam dan Hamburg
(1950-1967)
·
Pemilik Tunggal Kem Chicks (supermarket)
(1969-sekarang)
·
Dirut PT Boga Catur Rata
·
PT Kem Foods (pabrik sosis dan ham)
·
PT Kem Farms (kebun sayur)
sumber: http://echomouse.blogspot.co.id/2013/03/perjalanan-hidup-bob-sadino.html
