Senin, 09 Mei 2016

Biografi Mini Perjalanan Hidup Bob Sadino



Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933) atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek  yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.
Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk keliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Jakarta Lloyd di kota Amsterdam dan juga di Hambung, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1997, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal di Indonesia, Bob memutuskn untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
Pekerjaan pertama yang dilakukan setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi supirnya. Namun, selang beberapa hari kemudian ia kecelakaan yang mengakibatkan mobilya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tkang batu. Gajinya pada saat itu hanya Rp.100,- ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.
Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa.
Sebagai perternak ayam, Bob dan istrinya setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta. Di mana terdapat banyak menetap orang asing. Tidak jarang pasangan tersebut dimaki oleh pelanggan. Namun, mereka bersandar diri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastic pun terjadi di buatnya. Bisnis pasar swalayan berkembang pesat, mengelola kebun-kebun sayur mayor untuk konsumsi orang asing di Indonesia.
Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira, baginya uang bukanlah yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang. Di saat  melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah dilakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga tak segera melangkah. “yang paling penting adalah tindakan” kata Bob.
Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kemalaziman, yang menstinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu membuahkan hasil yang memuaskan.
Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.
Anak Guru
Kembali ke tanah air tahun 1967, setelah bertahun-tahun di Eropa dengan pekerjaan terakhir sebagai karyawan Djakarta Lloyd di Amsterdam dan Hamburg, Bob anak bungsu dari lima bersaudara. Ayahnya, Sadino meninggal pria Solo yang jadi guru kepala di SMP dan SMA Tanjungkarang, meninggal dunia saat Bob berusia 19.
Modal yang ia bawa ke Eropa, dia sedan Mercedes. Suatu kali mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya. Kehilangan sumber penghasilan, Bob lantas bekerja jadi kuli bangunan. Padahal. Kalau ia dan istrinya mau, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar Negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Untuk menenangkan pikiran, ia menerima 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Ia berhasil pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di  Pulogadung.
Profil dan Biodata Bob Sadino
Nama           : Bob Sadino
Lahir            : Tanjungkarang, lampung, 9 Maret 1933
Agama          : Islam

Pendidikan :
·         SD, Yogyakarta (1947)
·         SMP, Jakarta (1950)
·         SMA, Jakarta (1953)
Karir :
·         Karyawan Unilever (1954-1955)
·         Karyawan Djakarta Lloyd, Amsterdam dan Hamburg (1950-1967)
·         Pemilik Tunggal Kem Chicks (supermarket) (1969-sekarang)
·         Dirut PT Boga Catur Rata
·         PT Kem Foods (pabrik sosis dan ham)
·         PT Kem Farms (kebun sayur)

sumber: http://echomouse.blogspot.co.id/2013/03/perjalanan-hidup-bob-sadino.html