Senin, 02 April 2018

SOFTWARE DESAIN GRAFIS DAN ANIMASI



1.             Adobe Indesign


 Adobe Indesign merupakan perangkat lunak desain grafis yang diregenerasi dari Pagemaker yang memiliki kemampuan untuk membuat atau mengatur layout media cetak, seperti majalah, koran, annual report dan lain-lain.
Penggunaan perangkat lunak ini bersifat adaptif, yaitu para desainer yang baru belajar desain grafis dapat beradaptasi dengan mudah karena terdapat tutorial untuk menggunakannya. Terdapat pula Tools yang mudah digunakan seperti tools untuk membuat gambar menjadi blur sehingga berguna untuk efek artistik yang lain. Memiliki fasilitas untuk membuat tabel dan mampu untuk membuat file pmd, serta mudah untuk meng-convert gambar menjadi format .pdf yang dapat dicetak. Perintah undo atau ctrl + z dapat digunakan lebih dari sekali untuk memperbaiki gambar yang sudah jadi.
Namun, Adobe Indesign juga memiliki beberapa keterbatasan seperti perangkat lunak lainnya. Jika ingin mendesain sebuah layout yang cukup kompleks pada perangkat lunak ini, komputer yang digunakan memerlukan spesifikasi yang khusus. Penggunaan math type yang sulit memproses pemindahan, harus menempatkannya di luar halaman project, lalu copy dan paste di halaman project kembali. Format teks rata kanan dan rata kiri atau biasa disebut justify seringkali jarak antar teks bisa terlalu jauh  dan bisa juga terlalu dekat, sehingga membutuhkan usaha untuk menyeimbangkannya.  
 
2.        Adobe Illustrator

Adobe Illustrator adalah perangkat lunak desain grafis berbasis vektor untuk mengolah dan mengedit desain atau gambar vektor, dimana perangkat lunak ini dikembangkan dan dipublikasikan oleh Adobe Systems. Adobe Illustrator dikembangkan pertama kali untuk komputer Apple Macintosh pada Desember 1986 dan rilis pada Januari 1987. Kini, Adobe Illustrator sudah merilis versi terbaru yaitu Illustrator CC yang merupakan generasi ke-17.
Perangkat lunak desain grafis ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu memiliki beberapa fitur yang terintegrasi dengan fitur yang ada pada perangkat lunak Adobe lainnya dan fleksible. Gambar yang dihasilkan lebih tajam dibandingkan dengan Adobe Photoshop karena Adobe Illustrator merupakan perangkat lunak grafis vektor, sedangkan Adobe Photoshop perangkat lunak grafis piksel. Perangkat lunak dapat berjalan dengan stabil saat sedang menangani file RAW berukuran besar. Tidak ketinggalan, perangkat lunak ini juga memiliki dukungan untuk plugin dan filter yang banyak untuk mempersulit extend fitur.
Disamping itu, Adobe Illustrator juga memiliki kelemahan yaitu pengerjaan layout lebih rumit dan lumayan memakan waktu. Memiliki fitur power clip yang tidak bersahabat atau tidak user friendly. Tutorial untuk menggunakan perangkat lunak ini juga masih sedikit, sehingga sulit untuk dimengerti.

3.        Adobe Photoshop




Adobe Photoshop adalah perangkat lunak pengolahan citra buatan Adobe Systems khusus untuk mengedit foto atau gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini sering sekali digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan untuk mengolah foto atau gambar, dan dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) tertinggi karena popularitasnya.
Adobe Photoshop memiliki banyak peralatan desain yang bisa digunakan untuk mengolah foto atau gambar. Ada banyak jenis manipulasi foto yang bisa dilakukan pada perangkat lunak ini, karena banyak tools yang tersedia di dalamnya. Mampu membuat tulisan dengan efek berbeda sesuai dengan keinginan masing-masing.
Akan tetapi, Adobe Photoshop juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya adalah versi yang terlihat lawas atau kuno, serta hanya dapat menciptakan gambar yang statis. Dengan fitur yang terdapat pada perangkat lunak ini, tentunya membuat perangkat lunak ini dibandrol dengan harga yang tinggi. Untuk memakai perangkat lunak ini membutuhkan komputer dengan spesifikasi yang tinggi.

4.       Corel Draw


Corel Draw adalah sebuah perangkat lunak editing berbasis vektor, seperti Adobe Illustrator. Perangkat lunak ini dapat menciptakan desain logo atau simbol yang menarik, dapat juga membuat undangan, brosur dan jenis lainnya. Pembuatan gambar ilustrasi dapat menghasilkan gambar yang berkualitas, terutama menyangkut dengan lingkungan, garis atau sudut. Ukuran yang dihasilkan juga sangat akurat.
Kelebihan pada perangkat lunak ini adalah dapat mengkolaborasikan antara tulisan dengan gambar sangat baik, seperti Adobe Photoshop. Corel Draw memiliki banyak pengguna hingga terdapat komunitas dengan jumlah anggota yang besar membagikan tutorial menggunakannya, dengan begitu pengguna yang merasa kesulitan dapat menemukan solusinya dengan mudah. Perangkat lunak ini memiliki shortcut yang mudah dipahami oleh pengguna, bahkan untuk pengguna yang baru mencoba perangkat lunak ini. Gambar yang dihasilakn dengan vektor bisa ditekan hingga tingkat yang paling rendah, namun hasilnya tidak kalah dengan gambar yang berbasis bitmap atau raster.
Corel Draw memiliki keterbatasan fitur yang sedikit, sehingga kurang leluasa dalam berkreasi. Jika membuka file berukuran besar kurang bisa ditangani dengan cepat dan mengakibatkan perangkat lunak lambat hingga force close. Kekurangan lainnya yaitu memiliki ketidaksesuaian antara hasil cetakan printer dengan warna asli di monitor yang telah dibuat sebelumnya.

5.        Google SketchUp







Google SketchUp adalah perangkat lunak desain grafis 3D yang dikembangakan oleh Google dengan mengkombinasikan seperangkat tools yang sederhana, namun dapat dikatakan handal dalam desain grafis 3D pada layar komputer. Perangkat lunak ini berhasil menjadi pendatang baru di dunia grafis 3D yang mampu menyeimbangi keunggulan berbagai perangkat lunak grafis 3D lainnya yang lebih dahulu.
Perangkat lunak ini memiliki keunggulan diantaranya, intuituf (mudah digunakan) dan dapat digunakan secara gratis tanpa biaya. Sesuatu yang diimajinasikan dapat dimodelkan di perangkat lunak ini. Memiliki akses untuk memperoleh model-model pada perangkat lunak secara online di Google 3D Warehouse dan tanpa biaya. Terdapat video tutorial, Help Center dan komunitas pengguna di seluruh dunia yang dapat membantu memberikan solusi jika ada kesulitan dalam membuat di perangkat lunak ini.
Namun, adapula kekurangan pada perangkat lunak ini yaitu hanya dapat digunakan di beberapa OS tertentu, misalnya Windows XP, Windows Vista, Windows 7, dan Mac OS X(10.5+). Google SketchUp Pro 8 masih berada dalam tahap pengembangan dan masih ada beberapa bug di dalamnya.

Source :
Setiawan, Sari Indah Anatta. 2011. Google SketchUp Perangkat Alternatif dalam Pemodelan 3D. Tangerang : SofTech.

Pengertian Desain Grafis, Animasi, dan Sejarah Animasi Indonesia



Desain Grafis
            Desain Grafis terbagi menjadi 2 buah kata, yaitu desan dan grafis. Desain adalah perancangan sebelum melakukan tindakan dalam pembuatan sebuah objek yang berintegrasi dengan teknologi. Desain dikenalkan dalam bentuk sebuah rencana seperti model maupun tulisan. Sedangkan Grafis adalah kombinasi antara gambar, angka, tulisan, grafik yang membutuhkan ilustrasi yang cukup tajam untuk menggabungkan antara desain dan grafis. Grafis dibedakan menjadi 2 yaitu gambar (non digital) dan gambar digital. Maksud dari non digital ialah alat gambar ke suatu media tertentu, misalnya kertas. Sedangkan gambar digital adalah hasil dari pengolahan memlalui personal computer atau pemroretan menggunakan camera digital. Dengan demikian Desain Grafis adalah mengolah keterampilan dalam bentuk visual, didalamnya terdapat typography, photography, layout, dan pengolahan digital. Desain grafis ini menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi secara efektif. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Desain grafis ini bisa dinikmati tidak selalu berupa gambar melainkan tulisan yang dibentuk dengan indah.

Animasi
            Animasi berasal dari bahasa latin, Anima yang berarti menghidupkan mati. Pada benda mati ini diberikan suatu semangat untuk hidup atau hanya berkesan hidup. Gambarnya bergerak terbentuk dari suatu objek yang disusun secara teratur. Gambarnya bisa berupa makhluk hidup atau tulisan. Sang animator menggunakan logika yang sangat kuat untuk menentukan arah gerak dari awal sampai dengan akhir objek tersebut. Animasi menampilkan teknik sedemikan rupa dan penonton dapat merasakan ilustrasi motion, gerakan merupakan sesuatu hal yang paling diutamakan agar objek atau karakter dapat menghidupkan suasana pada saat dilihat. Animasi merupakan penggunaan dari personal computer untuk menciptakan objek tersebut pada layar. Dengan diciptakannya animasi dapat mewujudkan sebuah karya anak Indonesia dalam suatu media. 

Manusia pada zaman dahulu kala sudah pernah mencoba untuk menggambar sebuah gerakan, contohnya gambar hewan yang kakinya digambar dengan pose yang menunjukkan bahwa hewan tersebut seolah-olah bergerak dalam gua pada zaman paleolitikum. Salah satu cikal bakal dari animasi adalah Wayang, dimana sudah ada di Indonesia pada abad ke 9. Pada 4 hingga 3 juta tahun yang lalu dalam peradaban budaya Indonesia sebenarnya sudah ada lukisan animasi. Hal itu dapat dibuktikan dengan adanya lukisan-lukisan yang ditemukan di Gua Leang-Leang (Sulawesi), beberapa gua di Kalimantan Timur, serta gua-gua yang masih murni tersimpan di alam Papua. Di Pulau Jawa sendiri, sejak zaman dulu juga sudah ada seni, yakni seni memainkan Wayang Kulit dan beberapa jenis Wayang lainnya. Wayang kulit dapat dikategorikan sebagai pelopor film animasi dunia dengan teknik penangkapan siluet bayangan (menghidupkan bayangan) sebagai hasil jadinya. Dan sementara itu, Lotte Reineger dari Jerman baru mengembangkannya pada tahun 1919. Namun karena kesan bangsa kita yang ramah tamah dan tidak suka menonjolkan diri, maka kesenian wayang seakan dilupakan sebagai perintis film animasi dunia. Bahkan ada bangsa lain yang mengclaim kesenian ini milik bangsanya.

Sejarah Animasi Indonesia sendiri mulai diketahui sejak ditemukannya Cave Pinting yang bercerita mengenai binatang buruan atau hal-hal yang berbau mistis. Sejak tahun 1933 di Indonesia banyak koran lokal yang memut iklan Walt Disney. Kemudian pada tahun 1955, Presiden Soekarno yang sangat menghargai seni mengirim seorang seniman bernama Dukut Hendronoto (Pak Ook) untuk belajar animasi di studio Walt Disney. Setelah belajar selama 3 bulan, ia kembali ke Indonesia dan membuat film animasi pertama bernama “Si Doel Memilih”. Film animasi 2 dimensi tentang kampanye pemilihan umum pertama di Indonesia itu menjadi tonggak dimulainya animasi modern di negeri ini.

Pada tahun 1963 Pak Ook hijrah ke TVRI (Televisi Republik Indonesia) dan mengembangkan animasi di sana dalam salah satu program namun kemudian program itu dilarang karena dianggap terlalu konsumtif.  Di tahun tersebut TVRI merupakan stasiun TV satu-satunya di Indonesia. Stasiun ini sudah memulai menayangkan film-film yang dibuat oleh Walt Disney dan Hanna-Barbera, sekitar tahun 1970. Pada masa yang sama, lahir juga policy baru tentang penayangan iklan di TVRI yang kemudian melahirkan program “Mana Suka Siaran Niaga”. Saat itulah film animasi iklan nasional lahir, yang memberikan gambaran riil tentang keadaan industri film animasi yang tidak bisa lepas dari pertumbuhan televisi.

Pada tahun 70-an terdapat studio animasi di Jakarta bernama Anima Indah yang didirikan oleh seorang warga Amerika. Anima Indah termasuk yang mempelopori animasi di Indonesia karena menyekolahkan krunya di Inggris, Jepang,Amerika dan lain-lain. Anima berkembang dengan baik namun hanya berkembang di bidang periklanan. Di tahun 70-an banyak film yang menggunakan kamera seluloid 8mm, maraknya penggunaan kamera untuk membuat film tersebut, akhirnya menjadi penggagas adanya festival film. di festival film itu juga ada beberapa film animasi Batu Setahun, Trondolo, Timun Mas yang disutradarai Suryadi alias Pak Raden (animator Indonesia Pertama).

Era tahun 80-an ditandai sebagai tahun maraknya animasi Indonesia Ada film animasi “Rimba Si Anak Angkasa” yang disutradarai oleh Wagiono Sunarto dan dibuat atas kolaborasi ulangan “Si Huma” yang diproduksi oleh PPFN dan merupakan animasi untuk serial TV. Beberapa animator lokal. ada juga film animasi pet sekitar tahun 1980-1990-an. Hal ini ditandai dengan lahirnya beberapa studio animasi seperti Asiana Wang Animation yang bekerjasama dengan Wang Fim Animation, Evergreen, Marsa Juwita Indah, Red Rocket Animation Studio di Bandung, Bening Studio di Yogyakarta dan Tegal Kartun di Tegal.

Pada era tahun 90-an sudah banyak bertaburan berbagai film animasi diantaranya Legenda Buriswara, Nariswandi Piliang, Satria Nusantara yang kala itu masih menggunakan kamera film seluloid 35 mm. Kemudian ada serial “Hela,Heli,Helo” yang merupakan film animasi 3D pertama yang di buat di Surabaya. Tahun 1998 mulai bermunculan film-film animasi yang berbasis cerita rakyat seperti Bawang Merah dan Bawang Putih, Timun Mas dan petualangan si Kancil. Dan pada era 90-an ini banyak terdapat animator lokal yang menggarap animasi terkenal dari negara Jepang seperti Doraemon dan Pocket Monster. Diantara sekian banyak studio animasi yang terdapat di Indonesia, Red Rocket Animation termasuk yang paling produktif. Pada tahun 2000 Red Rocket memproduksi beberapa serial animasi TV seperti Dongeng Aku dan Kau, Klilip dan Puteri Rembulan, Mengapa Domba Bertanduk dan Berbuntut Pendek, Si Kurus dan Si Macan. Pada masa ini serial animasi cukup populer karena sudah menggabungkan 2D animasi dengan 3D animasi. Lalu pada tahun 2003, serial 3D animasi merambah ke layar lebar diantaranya “Janus Perajurit Terakhir”

Pada 7 Mei 2004, hadir film 3D animasi berdurasi panjang (full animation) buata Indonesia sekitar 30 menit yaitu “Homeland” yang ceritanya diolah bersama tim Visi Anak Bangsa dan Kasatmata. Film ini berkisah soal petulangan seorang bocah bernama Bumi yang berusaha menemukan tempat tinggalnya di dunia yang imajiner. Dalam menempuh perjalanan itu Bumi ditemani beragam binatang yang memiliki indra dan berjiwa dan mempunyai kepribadian serta bisa berbicara sebagaimana layaknya manusia. Film ini digarap selama satu tahun di bawah payung Studio Kasatmata di Jogjakarta. Walaupun film kurang meraih sukses tapi menjadi babak baru bagi dunia peranimasian di bumi Nusantara. Di antara suguhan berbagai serial kartun dari Nickelodeon, Global TV menyelipkan satu program anak-anak Kabayan dan Liplap. Animasi buatan asli anak negeri ini yang merupakan buah karya Castle Production, perusahaan animasi lokal yang sebelumnya lebih sering menangani proyek animasi untuk negara lain. Animasi ini mencitrakan Kabayan sebagai seorang anak berumur 10 tahun, bertubuh gemuk, rajin, jujur, dan bijaksana. Kabayan memiliki teman imajinasi seekor kunang-kunang bernama Lip Lap. Dia selalu mengikuti dan menemani Kabayan ke mana pun. Lip Lap sering menyemangati Kabayan bila sedang putus asa dan mengingatkan bocah tersebut bila berbuat salah. Selain Kabayan Liplap yang merupakan tokoh khas Indonesia, ada pula film animasi pendek superhero asal Tasikmalaya yang telah dua kali memenangkan ajang penghargaan INAICTA (Indonesia ICT Awards), yaitu Hebring. Nama aslinya adalah Heru, yang menetap di rumah susun dan bekerja sebagai tukang ojek. Saat ini Hebring sudah dibuat dalam dua sekuel. Hebring 1 berhasil memenangkan INAICTA 2007 dan selang dua tahun kemudian sekuel kedua animasi ini mendapat juara pada penghargaan yang sama.

Pada Hebring 1, pahlawan yang suka makan bakso ini dengan kekuatan supernya berusaha menghentikan laju bus Transjakarta yang remnya tiba-tiba blong. Hal ini ia lakukan untuk menolong seorang nenek yang sedang menyebrang jalan tanpa mengetahui bahwa ada bus yang sedang mengarah kepadanya. Hebring kembali membantu nenek yang sama saat tasnya dicopet pada sekuel keduanya.

Pada tahun 2008, Indonesia berhasil membuat film animasi 3D pertama yang ditayangkan di layar lebar dan juga sudah berhasil Go Internasional (didistribusikan ke berbagai negara mulai dari Singapura, Korea, dan Rusia). Film animasi yang berjudul “Meraih Mimpi” tersebut diproduksi Infinite Frameworks (IFW), studio animasi yang berpusat di Batam. Film ini merupakan adapatasi dari buku karya Minfung Ho berjudul Sing to The Dawn. Buku tersebut bercerita tentang kakak beradik yang berusaha melindungi tempat tinggal mereka dari kontraktor penipu. IFW membuat adapatasi buku Minfung Ho tersebut atas permintaan pemerintah Singapura yang ingin buku wajib baca di beberapa SD di Singapura tersebut dibuatkan filmnya. Begitu mendapat tawaran, IFW langsung memulai pengerjaan film Sing to The Dawn. Dan untuk diketahui lebih dari 150 animator yang turut andil di dalamnya

Referensi